kawan yang sendirian, lawan yang kesepian

Sunday, 9 July 2017

***
Kuliah tujuannya tidak melulu tentang belajar dan mencari ilmu, karena belajar bisa dari mana saja. Berguru bisa dengan siapa saja, ruang-ruang proses belajar mengajar bisa dimana saja. Kuliah seringkali hanya sekedar tuntutan-tuntutan dan proses untuk memenuhi tuntutan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Tentu saja alasan orang berbeda beda dalam memutuskan untuk berkuliah. Ada yang karena untuk mewujudkan karir atau profesi yang diinginkan. Ada yang mengikuti saran dari orang tua atau orang yang dianggap berhasil dalam atau setelah berkuliah. Ada juga yang menjadikan perkuliahan sebagai media dan saranasesuai dengan kepentingan individu.

Alasan menjadi jawaban mendasar seseorang menganggap kuliah penting atau tidak. Bahkan individu bisa menganggap kuliah itu tidak penting saat menempuh atau selesai berkuliah. Sebaliknya, individu bisa berubah dari kuliah itu tidak penting menjadi kuliah itu penting, meskipun individu tersebut akhirnya tetap saja tidak berkuliah.  

Perkuliahan tentu saja identik dengan pilihan. Memilih kampus, jurusan, dan termasuk juga lulus tepat waktu atau tidak merupakan pilihan. Proses-proses tersebutlah yang sebenarnya lebih banyak akan mempengaruhi hasil dari perkuliahan. Karena tidak mungkin hasil jauh dari apa yang mendasarinya.

Memutuskan tidak berkuliah adalah pilihan, tapi belajar tidak. Disadari atau tidak setiap hari kita melakukan proses belajar, membaca, dan berdialektika. Namun intensitas dan kadar belajar seseorang setiap hari berbeda-beda. Ini yang kemudian berpengaruh pada kondisi kognitif, mental, dan prilaku seseorang.

Kuliah atau tidak individu pasti akan bekerja juga, mendapatkan penghasilan dari pekerjaan yang dilakukan. Kuliah atau tidak individu tetap menjadi bagian dari sosial masyarakat. Kuliah atau tidak individu sama-sama bisa menjadi guru, tauladan, juragan dan lain sebagainya. Begitu juga sebaliknya, kuliah atau tidak individu bisa melakukan tindak kejahatan, amoral, dan lain sebagainya.

Kuliah atau tidak adalah pilihan sebelum menjalani proses selanjutnya. Kuliah atau tidak memiliki kesempatan berproses yang sama; memilih lingkungan, tujuan, jalan mencapai tujuan tersebut, dan lain sebagainya.

Namun begitu, individu sering kali terjebak dalam status sosial yang melabeli individu, baik yang kuliah maupun yang tidak. Individu yang kuliah dilabeli dengan mahasiswa, sedangkan yang tidak dilabeli dengan pekerja bagi yang bekerja dan pengangguran bagi yang tidak memiliki pekerjaan.

Seringkali karena status mahasiswanya, individu hanya belajar apa saja yang ada didalam di kampus. Begitu juga dengan individu yang tidak berkuliah, setiap hari hanya melakukan rutinitas pekerjaan. Individu terjebak di statusnya sebagai mahasiswa atau pekerja, sehingga dimensi ruang belajar-mengajar (transfer pengetahuan) semakin sempit.

Mahasiswa setelah lulus kuliah seringkali harus menyesuaikan diri kedalam masyarakat maupun dunia kerja. Peran dan tugas saat menjadi mahasiswa; karya ilmiah berupa punulisan dan pemahaman teori-teori seringkali tidak diaplikasikan dalam dunia kerja dan masyarakat ketika mahasiswa telah lulus dan masuk dalam dunia tersebut.

Para pekerja non kuliah seringkali hanya melakukan langkah-langkah praktis. Mereka lebih bersikap pasif dalam hal inovasi. Meskipun individu memiliki kesempatan, namun karena terjebak dalam status pekerja, individu yang tidak berkuliah tidak mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. 

Para mahasiswa pada akhirnya juga akan melakukan interaksi dengan individu yang tidak berkuliah. Dan, pada titik inilah seharusnya ada proses saling belajar antara yang berkuliah dan yang tidak berkuliah. Namun, seringkali yang terjadi adalah proses belajar satu arah. Entah karena apa yang dulu pernah dipelajari di dunia perkuliah sangat berbeda dengan yang dihadapi ketika masuk dunia kerja, sehingga tidak mungkin mentransfer pengetahuannya. Atau karena sistem kerja yang tidak memungkinkan para pekerja non kuliah untuk belajar dari para lulusan perkuliahan.

Memilih kuliah atau tidak toh sama-sama menjadi bagian dari sistem industri yang besar. Mahasiswa menjadi bagian dari industri pendidikan, sedangkan yang tidak berkuliah sebagai karyawan menjadi bagian dari industri lainnya.

Kemudian selain di industri yang besar, mahasiswa dan non mahasiswa juga berlomba-lomba menjadi pebisnis (wiraswasta atau enterpreuner). Bedanya, mahasiswa harus mengeluarkan modal 2x untuk biaya kuliah dan modal bisnis.Sedangkan yang tidak berkuliah harus extra energi untuk memulai bisnis karena keterbatasan jaringan dan orientasi-referensi.


Pada akhirnya kuliah atau tidak bukanlah suatu hal yang perlu dikhawatirkan atau dipermasalahkan. Yang terpenting adalah bagaimana menjadi individu yang mampu mengoptimalkan potensi diri. Kemudian bersama saling berkontribusi, membantu, dan bermanfaat satu sama lain.

Kuliah atau Tidak, Kita Masih di 'Universe'-Alam Semesta yang Sama

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Powered by Blogger.