kawan yang sendirian, lawan yang kesepian

Membingkai memori masa SMA

VIDEO CLIP PERTAMA SAYA

TVC ULIN-ULIN (IKLAN)

Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Sunday, 26 November 2017

Seringkali terbesit pertanyaan, bagaimana sih cara menjual/berdagang  yang baik?  Bagaimana caranya agar bisa mengembangkan penjualan tanpa berkali-lipat meningkatkan tarrget?

Sebelum membahasnya ..

Saya percaya dan sepakat bahwa berdagang atau berjualan memang cara membuka pintu-pintu  rizki , seperti apa yang pernah dikemukakan Nabi Muhammad SAW bahwa 9 (sembilan) dari 10 (sepuluh) pintu rizki adalah berdagang.

Namun, apakah semua usaha dagang baik? Terlebih di zaman yang serba abu-abu seperti ini.  Tentu saja  pola dagang yang baik tidak hanya tentang jumlah penjualan yang diraih. Atau latar belakang  si penjual Dan pembeli. Namun, pola dagang yang baik di sini adalah bagaimana  antara penjual Dan pembeli bisa merasa Adil, fair, Dan saling diuntungkan.

Sekarang, bagaimana cara memulai Dan membangun bisnis jual  beli yang  baik?

Yang paling pertama tentu saja, menentukan barang apa yang akan dijual.  Ya, Masa mau jual beli tapi tidak tahu mau jual apa? :V Baiknya tentu menjual barang-barang yang legal ,  tidak melanggar aturan  yang berlaku.  Lebih baik lagi kalau produknya juga banyak yang butuh (kebutuhan konsumen), produksi/nyari suppliernya gampang, Dan kamu suka + paham seluk beluk produknya.

Setelah Hal pertama terpenuhi, yang kedua adalah tentukan harga. Sebelum menentukan harga, Cari tahu harga dari kompetitor.  Jika  produk sama persis dengan kompetitor, maka sebaiknya harga  dipatok sama atau sedikit lebih murah.  Karena konsumen cenderung mencari produk dengan harga yang murah. Tapi jika produk tidak memiliki pesaing.  Maka harga bisa ditentukan dengan lebih leluasa. Sesuaikan dengan permintaan, target market, harga pokok produksi  (hpp) produk, Dan lain-lain.  Sebagai Saran, untuk menentukan harga produk minimal, bisa dengan dijumlahkan 150% dari harga hpp produk.

Yang paling penting dari apa yang harus dilakukan agar pedagang atau penjualan bisa berjalan dengan baik adalah bagaimana bisa memberikan solusi saling menguntungkan antara pedagang Dan pembeli.

Seringkali, pedagang hanya berfikir bagaimana omset bisa terus  Naik berlipat-lipat. Sehingga ditingkatkan pula kapasitas nya berlipat2. Memberikan promo Dan bonus terus menerus. Yang sebetulnya menurunkan harga barang juga.  

Bukannya berfokus bagaimana agar konsumen merasa puas dengan produk, merasa diuntungkan ketika membeli produk. Sehingga harga tidak menjadi soal, Karena sesuai dengan kualitas Dan pelayanan yang baik.

Cara seperti ini memang tidak populer, tidak banyak perusahaan yang melakukannya, Karena memang pola dagang seperti ini membutuhkan  kesabaran dan kejelian.

Dari menentukan produk yang akan dijual, sampai menentukan harga. Semua dilihat tidak hanya dari perspektif pedagang, tapi juga perspektif pasar atau calon  konsumen.  Tidak hanya menghitung keuntungan penjualan, Tapi juga, apakah konsumen merasa diuntungkan ketika membeli produk dari Kita?

Selain jenis produk Dan harga. Ada nilai tambah yang bisa diberikan. Seperti pelayanan, member, brand awareness, dll

Ini juga bisa meningkatkan loyalitas Dan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan.

Pola penjualan yang menekankan pada win win solution cenderung mampu menaikkan penjualan Dan yang paling penting mampu memberikan dampak pada keuntungan perusahaan secara berkesinambungan.

Tidak perlu khawatir jika perusahaan lain melakukan promo besar-besaran, memberikan bonus-bonus,  menekan tenaga penjualan dengan target-target yang berlipat-lipat.

Tetaplah fokus pada solusi bersama,  ambil waktu untuk menambahkan nilai pada produk (diferensiasi, inovasi, dll) , tentukan target yang realistis  dicapai  setiap orang  diperusahaan, misal 10% - 20% dari penjualan sebelumnya.

Konsisten dan sabar, insyaallah satu-dua tahun perusahaan akan bergerak kearah yang lebih baik.

Semoga bermanfaat,

Rusdiyan Yazid










Thursday, 23 November 2017

Selain modal, hal-hal yg sebaiknya diperhatikan sebelum memulai  bisnis.
Bisnis atau usaha yang mampu bertahan atau berkembang  tidak  hanya bergantung dari faktor modal.  Ada hal-hal lain yang menjadi faktor sebuah usaha bisa sukses. Berikut apa saja yang sebaiknya pengusaha, perinstis bisnis, atau pemula perhatikan sebelum memulai  bisnis.

1. Mental

Seseorang sebelum mulai bisnis sebaiknya memiliki  kesiapan mental yang mumpuni.  Seringkali seseorang mulai bisnis Karena melihat orang lain sukses, yang dilihat hanya bagian suksesnya saja, atau melihat kerja kerasnya , tanpa mempelajari bagaimana mentalitasnya.  Oleh Karena itu, memiliki mental  pebisnis sangatlah  penting bagi setiap orang yang ingin memulai usahanya sendiri.
  
2. Mindset / pola pikir

Ada yang bilang bisnis adalah seni.  Barangkali, Karena itulah setiap bisnis lahir dan dijalankan dengan prinsip, cara, Dan pola yang berbeda-beda. Namun, setiap pendiri perusahaan memiliki  mindset yang unik, detail, terstruktur, dan aplikatif.  Jadi,  jika kamu ingin berpindah dari karyawan menjadi wirausaha, maka sebaiknya kamu juga mulai mengubah mindsetmu.
  
3. Orientasi

Orientasi penting bagi para pemula, Karena ini yang akan menentukan target market, target laba Kotor, mengukur nilai-nilai yang ingin Dan akan dicapai perusahaan. Orientasi juga mempengaruhi visi misi perusahaan. Baik jangka pendek maupun jangka panjang, perusahaan wajib memiliki orientasi.

4. Mitra bisnis

Kamu bisa mulai bisnis bersama teman, keluarga, saudara, pacar, atau suami/istrimu. Jadikan, seseorang menjadi partnermu. Kamu juga bisa mencari Mitra sekaligus pemodal dari usaha yang akan kamu rintis bersama. Mitra juga bisa berarti kustomer, pembeli, atau pemakai jasa usahamu. Mitra juga  bisa seorang karyawanmu, yang membantu dalam menjalankan bisnis.  Jaringan kerja juga bisa menjadi Mitra yang potential bagi perusahaanmu.

5. Ilmu dan wawasan

Bekali diri dengan pengetahuan seluas-seluasnya. Bisnis artinya adalah belajar seumur hidup. Karena, pola-pola bisnis selalu berubah. Semua perusahaan berlomba menjadi yang terbaik. Persaingan menuntut pengusaha untuk selalu inovatif, agar bisa kompetitif.  Perlu strategi,  intuisi,  mengukur Dan menilai. Semua itu perlu wawasan yang luas.

Tentu saja masih perlu  pembahasan detail mengenai setiap Hal diatas Dan tentu masih banyak Hal yang peting untuk diperhatikan sebelum memulai bisnis.

Meskipun Kita juga setuju, bahwa bisnis yang baik adalah bisnis yang  mulai dijalankan, bukan yang ditanyakan terus menerus; “Bisnis apa yang bagus?”.

Semoga esok kita bisa bahas lebih detail di postingan berikut nya.

Salam berbagi,
Rusdiyan Yazid
#SelfNote




Saturday, 16 September 2017

Merintis bisnis kaos

Berbisnis kaos adalah impian setiap anak muda pada jamannya. Kenapa? Karena kaos sudah menjadi identitas bagi setiap anak muda. Apa yang dipakai, merepresentasikan dirinya. Oleh karena itu banyak anak muda yang ingin bisa membuat kaosnya sendiri, dan tidak hanya itu. Mereka ingin idenya agar bisa juga diterima oleh insan lainnya.

Dari sini jika ingin memulai bisnis kaos, seseorang sudah memiliki bekal yaitu pertama pengetahuan dasar tentang bahan kaos yang disukai, kedua segmen pasar atau siapa yang sekiranya juga memiliki interesting yang sama. Bekal ketiga, kepercayaan diri untuk bisa menunjukan bahwa kaos yang diproduksi memang produk yang terbaik.
    
Sebelum memulai bisnis kaos, kita bisa melihat apakah kita sudah memiliki bekal dasar seperti yang disebutkan diatas? Jika belum, jangan terburu-buru. Kita bisa terus mencari dan memperdalam tentang bisnis kaos seperti apa yang ingin kita buat. Namun, jika ingin membuat bisnis kaos yang sekedar laku. Kita tinggal belajar tentang apa yang sedang menjadi trend dan yang diinginkan pasar. Tentu saja, tidak salah jika ingin berbisnis kaos dengan memproduksi hal-hal yang sedang trend saat ini. Karena pada dasarnya bisnis adalah tentang bagaimana memperoleh laba.

Memangnya siapa yang ingin bisnis dengan kerugian? Tidak ada. Untuk itu, bisnis adalah bagaimana memperoleh laba dengan apapun caranya. Memberikan nilai tambah pada produk kaos, menjadi leader trend kaos, mempunyai bekal product knowledge kaos, dan lain sebagainya adalah proses untuk bisa terus bersaing dalam bisnis kaos. Bahkan bekal-bekal dasar diperlukan sebelum memulai bisnis kaos. Karena semakin kita terlatih mencari banyak solusi, melihat dari sudut pandang lain dari orang lain, maka semakin kuat kita dalam menjalankan bisnis. Pada dasarnya, ini adalah basic untuk memulai bisnis pada umumnya.

Jika sudah memiliki bekal dasar, tentukan tujuan dari usaha kaos kita. Tujuan ini yang nanti menentukan periode waktu dan target yang harus dicapai dalam berbisnis kaos. Kita bisa membuat tujuan kita seperti; Berbisnis kaos untuk memulai bisnis fashion yang lebih besar misal akan merambah ke produk lain selain kaos (jaket, celana, sepatu, dan tas). Atau berbisnis kaos saja sebagai produsen kaos. Dan lain sebagainya.

Memiliki tujuan sebelum memulai bisnis kaos sangat krusial agar bisa memetakan, menentukan target, melihat peluang yang tidak terduga sebelumnya, dan menyusun rencana sekaligus antisipasi sebelum menghadapi tantangan saat menjalankan bisnis. Ibaratnya, jika bisnis adalah hutan belantara. Kita perlu tahu arah, target, dan bekal yang harus dibawa.

Kenapa kita tidak langsung mulai saja? Ya, tidak salah jika seseorang lebih memilih untuk mencoba dulu baru dievaluasi ketika bertemu dengan masalah. Namun, jika kita memilliki rencana bisnis yang baik minimal kita memiliki bussines plan untuk mencapai target (sukses). Daripada tidak memiliki rencana bisnis yang artinya kita merencanakan untuk mencapai masalah (gagal).

Setelah siap dengan hal-hal diatas, kita bisa mulai menjalankan bisnis kaos. Untuk awal tentu kita bisa memulai dengan modal yang jumahnya berbeda. Ada yang dengan modal nol rupiah bahkan modal yang tidak terbatas. Ada yang dimulai dengan produksi (Konveksi kaos), ada yang hanya dengan menjadi reseller (Berjualan kaos), ada juga yang berpartner (desain kaos saja).

Bagaimana memulai bisnis dengan modal nol rupiah, modal tak terbatas, dan nominal modal lainnya. Mari kita bahas di artikel selanjutnya.

Tulisan ini tentu saja belum sempurna, jika ada pertanyaan, kritik, dan saran bisa dituliskan pada kotak komentar.


Jabat erat,                               
Rusdiyan Yazid
+6289686339422 (WhatsApp)

Popular Posts

Powered by Blogger.