kawan yang sendirian, lawan yang kesepian

Membingkai memori masa SMA

VIDEO CLIP PERTAMA SAYA

TVC ULIN-ULIN (IKLAN)

Showing posts with label Merekam. Show all posts
Showing posts with label Merekam. Show all posts

Thursday, 11 May 2017


Video iklan produk yang bagus secara teknis tidak selalu mahal, terlebih di jaman social media seperti sekarang ini. Meskipun begitu, kita harus mampu melihat apa sih kelebihan produknya? Bagaimana targetnya? dari pertanyaan - pertanyaan tersebutlah yang nantinya akan menentukan bagaimana bentuk video yang harus dibuat untuk menyampaikan pesan produk. Artinya,yang mahal adalah ide atau who man behind? tergantung siapa yang terlibat di dalam pembuatan video iklan.

Terkadang kreatif saja tidak cukup, terlebih jika menyangkut video iklan yang dituntut untuk mampu merepresentasikan produk dan perusahaan. Tidak hanya itu, video iklan juga harus mampu berkomunikasi dengan penontonnya, memberikan wawasan dan sampai pada menggugah keinginan pembelian / pemakaian produk dari perusahaan. Maka dari itu diperlukan wawasan sosial dan kepekaan terhadap kondisi aktual saat ini.

Video diatas adalah salah satu contoh video hard selling yang cukup viral organik. Tidak ditayangkan di Televisi, hanya ditayangkan di berbagai media online seperti facebook, youtube, instagram, dll. Semakin viral, tentu saja semakin besar kemungkinan produk bisa terjual. Ini tentu saja tidak bisa lepas dari produk yang bagus,dibutuhkan banyak orang, dan banyak orang yang menginginkannya.

Jika kamu punya produk yang hebat, ayo bikin videonya sekarang juga !

Salam aksi,
Rusdiyan Yazid
089686339422(WA)

Tuesday, 20 October 2015



Setelah lama tak membuat karya secara personal, akhirnya kesempatan itu datang kembali. Diawali dengan video viral saya, kini saya sudah merampungkan video iklan untuk cover super dengan judul "Lucunya Anak-anak Ketika Belajar Mewarnai".

Tonton Videonya ...


Awal bagaimana saya menemukan ide video ini sebenarnya tidak lepas dari masa lalu saya yang pernah menjadi salah satu bagian dari Rumah Belajar di Jepara.

Kegelisahan tentang anak-anak yang dituntut untuk sama, tidak diberi kesempatan untuk menuruti imajinasinya, hal ini lah yang mendasari ide pembuatan video ini.

Harapannya, video ini bisa menjadi video viral kedua saya, namun sepertinya belum berhasil karena hampir sepekan, perolehan viewnya masih berada di angka 16.000. Namun, bagi saya video ini sebagai pembuktian bahwasanya, saya masih terus berproses, masih terus belajar, dan berusaha semakin baik dari karya satu ke karya lainya, tak akan pernah berhenti.

Terima Kasih sudah bersedia menonton .. Jika video ini menurut anda bagus, keren, menyentuh, menginspirasi, lucu, atau menyenangkan .. Silahkan untuk berbagi kepada teman, saudara atau keluarga :)

Terakhir, saya ucapkan selamat menonton !

Monday, 21 September 2015


When Asian Kids Want To Be Vale Rossi



Bulan september 2015, tempat kerja saya sedang mengadakan promo 'September Goes To MotoGP' dengan hadiah liburan dan nonton langsung MotoGP di Sepang Malaysia pada bulan oktober. 

Ceritanya, kami tim video diberi tantangan untuk membuat sebuah video viral yang akan di sebarkan selama satu bulan dalam periode Promo September Goes To Sepang. 

Darisanalah kemudian kami mencari ide, mengkonsep, braindstroming, dan sebuah ide spontan datang; yaitu merekam anak-anak sekitar kompleks kantor yang sedang main sepedaan tiap sore. 

Sebelumnya, memang kami sering melihat mereka main sepeda tiap sore didepan kantor ketika kami berangkat ke Masjid waktu sholat ashar. Tapi, kami gak pernah tahu sebelumnya kalau mereka ternyata sering main balapan sepeda atau main polisi-maling, yang jadi polisi adik-adik cewek, yang jadi pencurinya cowok-cowok. Nah, kebetulan waktu pertama shoot itu mereka lagi main balapan. 

Hari pertama shoot, dapatlah rekaman yang spontan, panjang, tanpa cutting. Hehe. Masuklah tahap editing dan preview, kira-kira apa yang perlu ditambah dan ditambahi. Waktu itu gak cuma tim video aja yang memberi masukan, tapi juga hampir seluruh ruangan memberikan masukan, ada yang memberi masukan untuk di dubbing dengan komentator MotoGP, ditambah bumper depan, effect replay dengan slow motion, sampai diberi effect api pas anak-anak jatuh dari sepeda. Pada gila idenya !! 

Akhirnya, ketemulah, dubbing sound yang lucu dari youtube, terus nemu bumper MotoGP. Tahap satu selesai, kemudian semua kantor nonton bareng, dan ngakak semua ! hahaha ,. Tapi, rasanya ada yang masih kurang, durasi ! iya, durasinya terlalu panjang karena tidak di cut sama sekali. Selain itu, rasanya juga masih datar, ibarat sayur, kurang garam / penyedap rasa. halah. Ide gila mengalir kembali dari mereka. Tahap kedua masuk editing. Errrr ~

Disini, mood saya mulai turun, karena sudah berkutat dengan video ini beberapa hari, tapi secara pribadi juga masih merasa ada yang kurang. Akhirnya, setelah mendapat masukan untuk menambah elemen-elemen MotoGP, awalnya pusing karena skill desain saya gak gitu jago, bagaimana bisa saya bikin yang sama persis dengan yang dibikin MotoGP ? arrgh ,.. 

Akhirnya, justru disanalah kuncinya, karena ini parody atau lucu-lucuan, jadi kenapa mesti sama plek? akhirnya saya bikin dengan perasaan nothing to lose, sebisanya, seadanya, dengan berusaha menampilkan visual yang mirip sesuai yang ditampilkan MotoGP. 

Eng ,. Ing ,. Eng ,. akhirnya selesai ! dan kembali setelah nonton bareng semua ngakak, dan ngerasa udah cukup yakin dan percaya dengan video ini, barulah masuk dalam tahap bagaimana menentukan Call To Action (CTA) dan juga muncul pertanyaan 'Akan disebut apa video ini nanti ketika sudah rilis?'

Munculah ide untuk memberikan tambahan suara anak-anak dibelakang video, kemudian ditaruh kalimat introducing didepan video. Manis !

Akhirnya video ini rilis tanggal 14 September 2015 di Facebook dan Youtube

Dalam waktu satu minggu total view sudah mencapai 100K view. Yang membuat saya exited adalah karena ini video viral pertama saya. :)

Terima kasih buat semua tim !!

JOSS !! Terima Kasih Sudah Menonton :)

Monday, 2 March 2015

Olimpiade Dolanan 2013 - Kecapi, Jepara


Ini adalah video dokumentasi sebagai refleksi tentang permainan tradisional dan modern yang dimainkan anak-anak. Saya buat ketika olimpiade dolanan bersama Anita Munafia, di Desa Kecapi Kec. Tahunan Jepara.

Olimpiade Dolanan 2013 oleh Rumah Belajar Ilalang


Tuesday, 24 February 2015


Film ini diproduksi oleh komunitas Ammatira SMK N 3 Jepara, dalam sebuah festival film di Jepara, mendapatkan peringkat II film terbaik pada waktu itu.

Film tentang 'Macan Kurung' sebuah mahakarya terbaik dari putra Jepara yang memang sudah mendunia dengan ukiran kayunya pada patung dan meubelnya. Macan kurung adalah patung macan yang berada di dalam sebuah kurungan atau kandang, dipahat dalam sebongkah kayu tanpa menggunakan lem untuk menyambungkan rantai atau jeruji kandangnya.

Untuk lebih jelasnya, silahkan tonton sendiri ya, biar syahdu ..

Selamat menonton :) Terima kasih sudah bersedia mengapresiasi ..

Tuesday, 17 February 2015


Ini adalah film dokumenter pertama saya produksi bersama teman-teman komunitas ammatira ketika masih bersekolah di SMK N 3 Jepara.

Film dokumenter hasil workshop dari sebuah festival yang diselenggarakan untuk pelajar di Jepara ini menceritakan tentang seorang anak yang memilih belajar dan bekerja sebagai tukang ukir daripada bersekolah.

Mengambil set lokasi di Desa Mulyoharjo Jepara, dari film ini kami tahu bahwa ternyata dulu banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia belajar mengukir ke Jepara. Ternyta tidak hanya orang Jepara saja yang belajar mengukir. Pantas jika dulu, seorang belum disebut Laki Jepara kalau belum bisa mengukir.

Terima kasih sudah bersedia menonton :) Selamat merayakan karya !

Friday, 29 August 2014


Selalu ada kesempatan, jika ada kemauan. Begitulah kirannya video clip ini bisa diproduksi. Bersama dengan teman-teman komunitas saya pada waktu sekolah, berkolaborasi dengan pemain teater. Kesempatan memang datang begitu saja, dan beruntung waktu itu saya mempunya teman-teman yang solid dan memiliki semangat yang sama dalam berkarya.

Berawal dari tawaran sebuah band; cupu - cupu kepada beberapa penggiat film untuk memproduksi beberapa video klip dari lagu mereka, jadilah kami terlibat produksi. Awalnya kami ingin memproduksi 2 video clip, namun karena keterbatasan waktu dan biaya, maka hanya satu ini yang bisa tergarap. Karena memang seluruh biaya produksi ditanggung secara swadaya oleh komunitas, dan bann cupu-cupu sendiri.

Yang terpenting bagi saya adalah kesempatan untuk belajar sekaligus berkarya, suasana saling mendukung diantara penggiat seni, dan saling membantu dalam proses berkarya, Sungguh saya begitu beruntung bisa pernah bekerja sama dengan semua yang terlibat dalam produksi video clip ini.

Selalu saja, kesempatan datang jika kita mau bersungguh-sungguh berusaha.

- Jepara 

Wednesday, 6 August 2014

Tiramissu


Pencapaian bukanlah pencapaian, karena semua pencapaian hanyalah pijakan.
Sebagaimana seseorang pemuda lainnya, aku juga melalui masa anak-anak dan pernah merasakan menjadi remaja SMA. Masa yang disebut banyak orang sebagai masa puber, masa dimana kita mencari jati diri, dan bagaimana masa ini disepakati banyak orang menjadi masa yang paling indah.

Bagiku, masa SMA memang membingkai begitu banyak kenangan, pengalaman yang tidak menyenangkan akan diceritakan dengan tertawa-tawa, pengalaman bodoh akan diceritakan dengan bangga.

Semua bisa kita lakukan, semua bisa kita coba, ambisi dan egoisme begitulah kebanyakan dari kita menghabiskan masa-masa SMA. Terpengaruh dan mempengaruhi, senioritas dan junior, cinta dan kasih sayang, nakal dan liar, hal-hal yang sepertinya wajib, jika melewatkannya kita akan dianggap menyianyiakan masa remaja yang begitu menyenangkan.

Masa remaja tak akan terlepas dengan mulainya muncul perasaan 'cinta' yg bisa bermula dari perasaan kagum, benci, dan berbagai alasan lain.
Sudah begitu banyak film yg mengangkat tentang kisah cinta remaja, dan tiramissu adalah salah satu karya serupa.

Bermula dari keinginan membuat video yg merekam perasaan dua remaja SMA. Saya membuat tiramissu dengan adegan-adegan yg sebisa mungkin natural, akrab, ceria, dan bisa dinikmati sebagai pengingat memori masa SMA.
Biar lebih afdol, mari menonton sebuah karya saya bersama teman-teman di Jogja. :)

Maaf ya, jika tulisan saya kacau. :p

Wednesday, 26 March 2014



Sebenarnya video ini lebih tepat jika disebut hasil jerih payah Samuel Sudarmaji sebagai DOP, kameramen, editor, sekaligus mengerjakan motion graphic-nya. Selain Semuel, Aldo juga sangat membantu apalagi selama proses syuting kita harus bisa mobile, padahal saya di Jogja tidak ada motor. Bayangkan dalam proses syuting ini tidak ada aldo dan motornya *lebay mode on*, proses syuting tak akan se-syahdu kemarin.

Di saat syuting di Tugu saja, saya dan aldo harus menunggu samuel yang berangkat ke Tugu menggunakan transjogja, benar benar syuting selo. Ada lagi ketika syuting di Kaliurang, kita diajak mencari spot bagus dengan naik Jib yang notabenya untuk wisata, dan kita dapat gratis! karena kebetulan saat itu mereka juga sedang mencari spot untuk berfoto untuk promosi, semesta mendukung. Waktu itu kita bertiga ditemani mas Daris.

Sebelum ke Kaliurang, kami sempat ke Merapi Golf niatnya kami akan syuting di dalam kompleks golfnya, meskipun sudah membawa surat ijin, sudah membuat janji juga dengan manajernya namun kami saat itu belum diijinkan masuk karena kebetulan pas ada kompetisi golf, kami disarankan untuk kembali esok hari oleh bapak satpamnya, tentunya lebih pagi dari hari itu.

Sempat kita berputus asa, karena jika besok kita kembali lagi ke Merapi Golf otomatis kami harus meluangkan waktu lagi, karena lokasinya lumayan jauh dan jalannya menanjak. Akhirnya saya meminta Samuel untuk mengambil gambar depannya saja, yang penting tampak ‘Merapi Golf’-nya. Sayang sudah jauh jauh sampai sini, tapi tak dapat gambar, pikir saya waktu itu.

Untuk syuting di warung tenda sate, kami sengaja membeli satu porsi karena kebetulan Samuel juga belum makan. Setali tiga uang, kami diijinkan mengambil gambar di sana, misi mengambil gambar sate selesai, samuel kenyang. Maklum anak kos, jarang makan enak.

Sampai akhirnya jadilah video diatas, saya sangat berterima kasih pada semua kawan yang terlibat dalam proses pembuatan video ini. Saya bersyukur punya kawan kawan seperti mereka ini. Matur nuwun lho dab.

Pembuatan TVC ini memakan waktu kurang lebih satu bulan, dengan proses syuting sekitar tiga hari, karena setiap harinya hanya beberapa jam saja syuting.   

Ini adalah TVC pertama saya, semoga bukan yang terakhir. Selamat menonton !



TVC Ulin Ulin
30 second
Head Project: Mbak Tika / Ulin Jogja
Dir: Rusdiyan Yazid
DOP, Cameraman, Editor : Samuel Sudarmaji
Unit Manager: Aldo Pandega Putra
Equipment: ArtFilmSchool
Tahun: 2014

~ Yazid



Popular Posts

Powered by Blogger.