“Tak ada yang mudah didunia ini, namun selalu ada kemungkinan yang bisa terjadi. “
Banyak orang beranggapan bahwa mereka yang tidak mengambil jalan seperti orang kebanyakan, pasti akan mengalami kesulitan, dan sebaliknya. Mereka yang mengambil jalan seperti orang pada umumnya, akan lebih mudah. Misal, jika kamu mengambil kuliah jurusan seni, kamu pasti ditanya, ‘mau jadi apa nanti?’ Dan jika kamu tidak punya jawaban, kamu akan dicerca pertanyaan lagi, ‘Kenapa gak ambil dokter saja?’ Ditambah dengan pernyataan ‘Kan lebih jelas masa depanmu'. Padahal banyak juga contoh mereka yang sukses dibidang seni.
Jika sama-sama didukung , mau ambil seni, mau ambil dokter, dll individu memiliki peluang yang sama, dan tentu saja sama-sama tidak mudah. Individu cenderung ingin berada pada titik aman, bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak mau dikucilkan karena pilihannya tidak populer sampai dianggap tidak punya masa depan.
Jika mau jujur pada diri sendiri, sistem pertahanan diri kita sebenarnya sudah terancang untuk tidak melakukan hal2 yang menyakiti diri sendiri. Jadi , mau sebesar apapun resiko yang individu ambil, itu adalah hasil pertimbangan kemampuan yg dimiliki. Dan itu dilakukan secara otomatis oleh sistem pertahanan diri.
Artinya, sebenarnya yang paling tahu tentang kemampuan, keinginan, minat, dan passion individu adalah individu itu sendiri, bukan orang lain. Jadi, pilih dan lakukan apapun sesuai kemampuan, dan jadilah diri sendiri. Jika sudah begitu, naikan standard diri sedikit demi sedikit, ambil resiko yang paling mungkin dihadapi dan diselesaikan.
Jadi bisa dibilang, kita hanya butuh dukungan, ruang dan keberanian untuk mengambil semuanya; konsekuensi baik dan buruk. Dan ketika untuk menjadi baik itu sama beratnya ketika menjadi jahat, kenapa tidak memilih yang baik? Ketika menjadi baik dan bermanfaat bagi orang banyak itu sama sulitnya dgn menjadi baik untuk diri sendiri, Kenapa tidak berusaha bermanfaat untuk orang banyak?
Mengenal diri adalah proses belajar seumur hidup. Menjadi lebih baik adalah tujuannya. Dan semua itu butuh dilatih, terus menerus. Semakin dilatih, semakin besar kemampuan kita menyelesaikan permasalahan-permasalahan. Semakin dilatih, semakin peka kita terhadap kemungkinan-kemungkinan kebaikan. Sebaliknya, semakin tak terlatih, semakin pendek nalar, sedikit pengetahuan, minim pengalaman, dan dimensi ruang perspektif yg itu-itu saja.
Sesukses apapun individu yang hanya pada zona nyamannya, cenderung ingin dihormati , ingin di dengar cerita-cerita heroiknya, dan lebih banyak menasehati. Mereka individu pembelajar, cenderung lebih melihat segala sesuatu dari sisi peluangnya, keinginan belajar yang besar kepada siapa saja, menceritakan kegagalan atau kendala yg dihadapi dan meminta nasehat atau saran dari orang yang menurutnya tepat dan lebih suka mendengar.
Tidak ada yang salah atau benar, karena tentu saja proses individu dalam hidup pasti berbeda-beda. Mereka yang merasa benar, belum tentu dilihat orang lain benar. Mereka yang merasa salah, belum tentu dilihat orang lain salah. Begitulah salah dan benar. Namun, baik tetaplah baik, buruk tetaplah buruk. Untuk itu berusahalah jadi lebih baik, bukan jadi lebih benar.
...
Meskipun hari ini kemungkinan lingkungan yang mendukungmu kecil, tapi percayalah kemungkinan itu selalu ada. Jangan pernah merasa sendiri atau kesepian. Terus belajar, terus lakukan yang menurutmu baik, bagikan apa saja yg merupakan nilai -nilai kebaikan, temukan teman, lingkungan, dan coba saling terhubung.
Jangan mudah menyerah pada hal-hal yang diyakini orang lain. Mulailah jujur dengan dirimu sendiri. Hidup bukan tentang menjadi apa yang diharapkan orang lain, tapi hidup tentang bagaimana bisa bahagia dan bermanfaat bagi orang lain.
Ini hanyalah catatan untuk diri saya sendiri, sebagai pengingat, bahwa saya masih dalam proses mengenal diri , proses belajar menjadi diri saya sendiri. Semoga selalu dimudahkan dalam kemungkinan-kemungkinan.
0 comments:
Post a Comment