kawan yang sendirian, lawan yang kesepian

Monday, 18 November 2019

Seni Jepara / foto: Rusdiyan Yazid

Seni Jepara apakah bermula dari yang berwujud / materialisme atau bermula dari gagasan / idealisme (?) yang sering juga kita sebut sebagai kegelisahan, keresahan, atau bentuk ekspresi yang sifatnya tentu saja abstrak.

Rasa-rasanya jika dilihat dari seni ukir (produk seni masyarakat Jepara yang dominan) maka seni Jepara seperti uang koin yang memiliki dua sisi; sisi materialisme dan sisi idealisme. Jadi bisa dikatakan, seni Jepara bermula dari dua unsur, yaitu materialisme dan idealisme yang kemudian dimanifestasikan menjadi sebuah karya seni.

Mengapa seni Jepara? Bukan hanya seni ukir Jepara saja? Karena menurut saya, proses kesenian / penciptaan masyarakat Jepara banyak dipengaruhi atau dibentuk oleh sosial masyarakat Jepara itu sendiri. Jadi, seni ukir Jepara sangat mungkin menjadi representatif bagi seni Jepara lainnya dalam kaitannya dengan kebudayaan masyarakat Jepara.

Namun, kita coba fokus ke seni ukir Jepara. Jika dilihat dari sisi pelaku teknis (dari mulai desainer, pengrajin, sampai finishing) hampir semua berangkat dari materialisme (hal-hal yang wujud). Sedangkan dari sisi non-teknis (produsen, pemesan) mereka berangkat dari gagasan-gagasan. Secara tekhnis baik pelaku maupun produsen tidak tentu siapa atau mana yang lebih dulu. Karena itu saya istilahkan seperti sebuah koin, karena sisi idealisme dan sisi materialisme ada disetiap permulaan (fundamental) dalam proses penciptaan karya seni.

Tentu saja sebagai produk seni, seni ukir Jepara memiliki unsur estetika yang mudah diidentifikasi. Di sinilah, seni ditambahkan pada nilai fungsi atau fungsi ditambahkan pada nilai seni. Namun, dalam prosesnya. Seni di Jepara tidak serta merta mulus, karena seni Jepara seperti koin tadi, maka idealisme dan materialisme seringkali bertolak belakang meskipun dalam satu kesatuan. Misal, seorang seniman yang memiliki kedalaman idealisme dalam karyanya, tidak lantas mudah terhindar dari kritik secara teknis. Tapi dikasus lain lagi, yang sudah bagus dalam materialisme tidak juga bisa terhindar dari plagiat atau penjiplakan karya baik secara keseluruhan, maupun hanya sebagian.

Jika seni seringkali mudah diterjemahkan, seni adalah penciptaan. Barangkali, jika ada yang bertanya bagaimana Seni Jepara? Saya akan menjawab, Seni Jepara seperti uang koin.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Powered by Blogger.