kawan yang sendirian, lawan yang kesepian

Saturday, 5 May 2018

Bekerja karena Tuhan dan untuk Tuhan

Seringkali hidup terdiri dari konsep-konsep sedehana yang sudah diwariskan oleh nenek moyang kita. Bagaimana untuk menjadi manusia, yang tentu saja bahagia menjalani hidupnya. Salah satunya adalah tentang ketuhanan. Pada zaman Mana pun, perabadaban bisa saja tidak memiliki pasar, sekolah, dan lain sebagainya. Tapi setiap zaman manusia pasti memiliki tempat pemujaan. Termasuk zaman pra sejarah.

Konsep kehidupan yang sederhana tapi tidak sederhana ini salah satunya adalah bekerja karena Tuhan, dan untuk Tuhan. Dari kita, pastilah ada atau mungkin banyak yang bekerja sekedarnya, bekerja ketika ada boss, merasa memiliki pekerjaan karena kemampuan diri, dan lainnya. Dari Kita, jarang dijumpai mereka yang bekerja dengan bersungguh-sungguh, mencintai pekerjaanya, bekerja dengan keihlasan, bersyukur dengan pekerjaanya, dan lain-lain.

Bekerja karena Tuhan adalah ketika Kita bisa merasa bahwa kita mendapatkan pekerjaan ini berkat Tuhan. Kemampuan yang Kita miliki karena Tuhan,  kesempatan yang Kita miliki karena Tuhan, orang-orang  baik yang memberi rekomendasi dan pekerjaan tidak lepas dari peran Tuhan. Semua usaha dan jerih payah kita berhasil karena tuhan.

Bekerja untuk tuhan adalah ketika Kita bisa ikhlas dan mensyukuri setiap pekerjaan yang Kita miliki, kemudian mengerjakan ya dengan bersungguh-sungguh.  Ketika bekerja untuk tuhan, secara otomatis kita bekerja dalam kebaikan. Boss, rekan kerja, relasi, kolega, dan lain-lain  adalah  tim untuk mencapai hasil yang ingin didapat bersama-sama.  Bekerjalah untuk tuhan, maka Tuhan akan berperan dalam pekerjaanmu.

Bekerja karena Tuhan dan untuk Tuhan tidak hanya untuk pekerjaan-pekerjaan pada umumnya. Termasuk juga pekerjaan-pekerjaan dibidang Sosial masyarakat. Meskipun menjadi pekerja sosial adalah pekerjaan yang mulia, namun jika tidak dibarengi dengan asal dan tujuannya  tdk karena Tuhan, maka apapun pekerjaannya akan sulit untuk menemukan  kecintaan, kesungguhan, dan ketenangan dalam bekerja.

Pun sebenarnya tidak hanya dalam Hal bekerja. Dari dan untuk Tuhan bisa diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya; dalam belajar, bermasyarakat, dan lain sebagainya. Nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan yang sudah dilakukan moyang kita bertahun-tahun lalu. Rasanya sedikit demi sedikit tidak lagi menjadi hal yang sederhana.

Hari ini kita sering lupa, merasa bisa  dan memiliki hak karena usaha / kemampuan yang Kita miliki. Terlebih, sifat manusia yang cenderung ingin menguasai. Bekerja tidak lagi karena Tuhan, tapi karena merasa bisa, karena orang lain, dan karena nafsu kekuasaan. Nilai nilai kebaikan, kesungguhan, dan cinta terhadap pekerjaan pun makin lama makin luntur. Apalagi untuk ikhlas dan bersyukur.

Waktu kita orang dewasa banyak kita habiskan untuk bekerja, maka pantaslah jika pekerjaan bisa lebih mendekatkan manusia dengan tuhannya.  Begitu juga aspek-aspek lain dalam fase kehidupan; anak, remaja, hingga dewasa.

Mengubah mindset, kebiasaan, dan perilaku memang bukan pekerjaan sederhana. Namun, ini adalah salah satu konsep sederhana kehidupan. Jadi, patut dicoba!

----

Terima kasih buat  seorang teman perjalanan; mbak Luci. Terima kasih telah menginspirasi dengan obrolan-obrolannya.

Catatan untuk diri sendiri
Rusdiyan Yazid

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Powered by Blogger.