Terima kasih
Sudah sebulan ini saya bertahan dari rasa kecewa dan depresi yang luar biasa berat bagi saya. Silahkan, jika dianggap berlebihan. Tapi, mengalami kegagalan dan disorientasi secara berturut-turut adalah kondisi atau tahap terburuk bagi siapapun yg pernah mengalami.
Terlebih tdk ada lagi orang yg percaya kpdmu, karena kegagalan dan kesalahanmu yg lampau. Atau karena kau belum pernah mencapai kesuksesan. Kau akan terabaikan sekali lagi!
Dan yang paling berat bukanlah perasaan sendiri, tapi bgmn kau tak lg memiliki teman yg kau anggap teman. Kau menaruh harapan dan prasangka yang baik pada seseorang, namun akhirnya kau tetap saja dianggap berlebihan atau menyebalkan.
Aku tulis ini agar nanti aku tak lupa, bahwa semua itu pernah ak lalui berkali-kali, meskipun berat. Karena mulai hari ini, ak bersyukur dan percaya. Mereka yg baik bagiku, akan tetap bersamaku.
Sedikit tenang rasanya, menulis seperti ini. Disaat tak ada lagi seseorang yang bs diajak bicara. Karena siapa jg yang kuat mendengar hal-hal yang tdk penting yg bukan dari dirinya sendiri. Akhirnya, malah membuat merasa dijadikan tempat sampah dan pelampiasan saja. Berat!
Barangkali, sy tidak menyadari bahwa saya lemah dan sok ingin membantu orang lain. Atau saya terlalu ingin semua berjalan semestinya. Entahlah, sy tidak mengerti. Bagaimana sy mengingatkan ttg hal-hal yang mestinya diperbaiki, dan mana2 yg tak semestinya dilakukan. Tapi malah seperti sy yang justru memiliki masalah.
Kalau sudah begini, saya mesti diam. Diam bersama diri sendiri. Entah bagaimana nanti, dan apa yang akan terjadi. Saat ini sy hanya ingin memiliki diriku sendiri.
Maafkan ak dan diriku jika sy terus saja gagal, belum sukses atau akulah yg bermasalah bagimu.
Terima kasih.
0 comments:
Post a Comment