Tdk semestinya aku marah pada siapapun, bahkan kepada dia yang aku berhak marah. Tak semestinya aku membalas seseorang yang membuatku sakit hati. Meskipun sungguh berat, untuk tidak marah, untuk tidak kecewa, untuk tidak bersedih atas kepedihan yang diberikan.
Apa yang sudah ku beri, mestinya tak pantas ku ambil lagi. Bagaimanapun, entah bermanfaat atau tidak. Entah digunakan untuk hal-hal yang tak semestinya dilakukan. Bahkan digunakan untuk mengecewakan orang lain. Pun aku tak semestinya memintanya kembali.
Seberat apapun, sesakit apapun, bahkan seburuk apapun. Mestinya cukup di aku saja.
Lebih baik ikhlas, daripada berpikir tentang perilaku buruk orang lain, meskipun aku berhak, meskipun aku peduli. Tapi, lebih baik ikhlaskan dan segera sudahi kesedihan, ubah menjadi kebahagiaan.
Seberat apapun, sesedih apapun. Luapkan kemudian ikhlaskan. Tak perlu ku pinta orang lain memahamiku. Dan berhenti memikirkan orang yang tak pernah benar2 ingin denganku, dan menghargaiku.
Bukan hal yang mudah bagiku. Setegar apapun, nyatanya kesedihan menyulitkan diri ini untuk bangkit kembali.
Aku yang gagal dan kalah lagi. Yang terlalu bodoh dalam menaruh hati. Aku yang tolol.
0 comments:
Post a Comment