kawan yang sendirian, lawan yang kesepian

Friday, 22 March 2019

Tuhan,

Aku ingin selesai saja, boleh?

Aku rasa aku tak sanggup kau uji dalam dunia yang serba membingungkan ini. Karena kehidupan setelah mati; orang baik ke syurga, orang jahat di neraka, yang sudah pasti begitu saja, aku tak sanggup membayangkan. Tuhan, untuk apa aku kau sesatkan, jika aku pada akhirnya kau hukum karena ketersesatanku, bukankah aku sesat sudah bentuk hukuman sebagai manusia. Di dunia ini, mana yang baik, mana yang buruk saja tak ada yang absolut. Kau ciptakan begitu banyak kebaikan2, dan keburukan2 melalui pikiran2 dan hati manusia-makhlukMu.

Dunia sudah tidak menarik lagi, Tuhan. Baik buruk, pahala dan dosa, benar dan salah, sudah terlalu sering ditelanjangi, tidak hanya oleh orang lain, tapi juga mereka menelanjangi diri mereka sendiri. Semua orang juga mudah saja, menjadi hakim mana yang sah, mana yang batal. Menakar nilai orang lain, dan mempublikasikannya. Sungguh, tak ada lagi yang menarik di dunia ini tuhan.

Bolehkan aku usai saja?

Entah bagaimana, justru aku yang aneh dan dianggap salah, karena aku tak bisa mengikuti dunia ini. Bahkan, dianggapnya aku ramai seperti yg dilakukan dunia ini. Justru karena aku mencintainya, aku peduli. Namun, justru aku tersesat dalam cintaku pada dunia yg aku sayangkan. Tuhan, aku berserah padaMu. Aku benar2 sudah merasa mati dikeramaian. Bolehkan aku usai saja?

Tuhan, perlahan aku sekarang merasa benar-benar hanyut dalam dunia ini, segalanya terombang-ambing, terbolak-balik. Aku tak tahu lagi siapa diriku yg sejati, siapa yang jadi teman, siapa yang mesti dilawan. Nafsukah? Akalkah? Perasaankah? Entahlah, dunia ini menggerus segalanya, menegaskan tapi mengaburkan, semua benar tapi kemudian yg salah jadi samar, semua membangun kepentinganya hingga tidak jelas identitasnya, semua berlomba menonjol sampai dari luar hanya tampak abu-abu. Aku kelelahan mengikuti hidup bersosial di dunia ini, barangkali akan lebih nyaman dunia yg cukup untuk diriku saja.

Dunia yang cukup dengan cinta, yang tak kujumpai pada manusia2 dunia ini. Justru mereka mempertanyakan, Mau makan cinta? Padahal, mereka sadar atau tidak, bisa hidup, bernafas, makan, dll adalah karunia dari cintaMu. Aku cukup dengan cinta saja, gak apa-apa. Mereka lupa dan merasa kurang hanya dari cinta juga gak apa-apa. Yang penting jangan kau lenakan aku, dan membuatku larut dalam dunia ini tuhan. Atau bolehkah aku sudahi saja tuhan?

Atau jika belum bisa selesai sekarang, sisakanlah dunia yg cukup untuk ku dan cintaku. Aku berdoa padamu Tuhan Semesta Alam.

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Powered by Blogger.