Sudah pasti aku keliru, karena kebenaran yang ku temukan tak mungkin kekal. Karena kebenaran ku temukan dari fakta-fakta. Sedangkan fakta sendiri menempati ruang dan waktu yang dinamis.
Sudah pasti juga aku tidak akan baik, karena kebaikanku berasal dari hasil buah pikir. Sedangkan buah pikiranku berasal dari mengolah pengalaman, ide, dan hasratku sendiri. Kemudian, dari sanalah aku bertindak. Padahal buah pikiranku selalu berubah. Bahkan ketika aku tak ingin mengubahnya.
Dari pikiran tersebut maka sudah pasti aku plin plan, karena aku tak punya kuasa penuh atas pertemuan, atas piranti otak dan sistem semesta. Aku hanya bisa mengelola, mengolah, dan memahaminya.
Sudah pasti aku tak punya pegangan dunia, karena dunia ini dinamis. Mengendalikan diri sendiri saja prosesnya hingga akhir hayat. Dimana raga dan jiwaku bisa mendulang kebutuhannya, disanalah duniaku berada. Untuk itu ku biarkan dunia bebas, tanpa perlu ku jadikan pegangan.
Kebutuhanku juga pasti tak statis. Hasrat ku naik dan turun, semangat juga demikian, apalagi kesempatan kadang datang terlalu cepat, kadang dinanti tak kunjung datang. Bahkan tak bisa ku bayangkan jika aku mesti hidup dengan kebutuhan yang ajeg.
Karena itu semua, sudah pasti aku tak mampu menyampaikan semua hal, ini dan itu. Sudah pasti aku hanya mengatakan alasan-alasan yang aku sendiri tak mantap. Sudah pasti aku ragu, karena tak ada sedikitpun yang kuucapkan kuyakini bisa kupegang sepanjang waktu.
Sudah pasti aku hanya omong kosong.
0 comments:
Post a Comment